Perkebunan atau hutan tanaman rakyat ( HTR ) jika dikelola dengan cerdas , akan memberikan nilai ROI ( Return of Investment ) atau pengembalian modal yang sangat menarik. Begitu tingginya nilai ROI untuk HTR , bisa dikatakan , hanya beberapa jenis budidaya ternak dan tambang yang bisa mengunggulinya. Akan tetapi harus diingat , untuk ternak , faktor asupan pakan dan obat mutlak perlu dalam kontrol intensif tiap hari dan ini rawan untuk pemula , dan untuk tambang , faktor spekulasinya jauh lebih tinggi. Beberapa pilihan jenis tanaman yang baik sebagai pilihan untuk kebun kayu tebangan / hutan tanaman rakyat adalah sengon ( Paraserianthes falcattaria ) , jati ( Tectona grandis ) , jabon ( Antocephalus cadamba ) , gaharu ( Aquilaria sp. ) , pala ( Myristica fragrans ) dan masih banyak pilihan lagi. Letak lahan , rencana cash flow , permodalan , luasan lahan , lingkungan agroklimat dan sosial dan lain - lain , sangat mutlak penting untuk kesuksesan investasi ini. Banyak tawaran bibit asal - asalan dan instruksi cara dan jarak tanam yang bisa menyesatkan yang beredar , baik di media cetak maupun di internet.
Begitu tingginya ROI HTR, ada banyak tawaran titip modal investasi yang diiklankan di media cetak dan di internet. Akan tetapi jika kita cermati , kebanyakan isinya akal - akalan yang pada akhirnya membuat penyelenggara tawaran investasi mengeruk untung berlipat ganda di awal , dan meninggalkan pemodal / investor menanggung resiko dan hasil yang tidak semuluk apa yang dijanjikan. Biasanya angka - angkanya sudah di mark up , status tanah yang disembunyikan dan populasi tanam dijejal - jejalkan atau kualitas bibit kurang dapat dipertanggungjawabkan menyebabkan investor terkecoh dan mengalami kerugian. Salah satu contoh yang pernah terjadi adalah tanah ex perkebunan / HGU yang masih berstatus sengketa dengan masyarakat , atau tanah rakyat yang berstatus sabuk hijau / lahan pertanian , sehingga tidak bisa dipecah sertifikasinya dan tidak bisa dialihkan ke pemilik baru dengan KTP di luar kecamatan yang sama, akan tetapi dipasarkan dalam bentuk kavling - kavling investasi , dengan status dimiliki investor, padahal letter D ke sertifikatnya tidak bisa dipecah - pecah menjadi luasan satuan ukuran kavling. Artikel - artikel agro pun seringkali membahas muluknya hasil , tanpa menguraikan cara pencapaian , dan bahkan kadang jumlah populasi atau harga merupakan angka spekulatif yang didapatkan dari masukan pedagang bibit yang menggunakan data yang tidak riil.
Kenaikan nilai kayu tebangan rata - rata dalam 15 tahun belakangan ini adalah 200% setiap tiga tahun. Akan tetapi dalam perhitungan konvensional kami , kami selalu mendasarkan pada angka kenaikan sebesar 100% setiap 5 tahun. Untuk ROI nya , biasanya rasionya adalah : diukur dengan nilai tebang tahun dimana penanaman dilakukan , modal Rp.1 akan bernilai Rp. 10. Jadi , peningkatan dalam masa tanam 5 tahun adalah 10x ( 5/3 x 200% ) = 1.667 % dari modal awal dalam 5 tahun !!!
Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik link di sisi kanan atas untuk kebutuhan bibit unggul bagi kebun Anda, atau kontak kami di alamat e m@il :
multivalentprima@gmail.com
Tersedia pendampingan & konsultasi khusus bagi pembeli bibit yang telah bertransaksi.
Salam sukses ,
Rudy Krisbiantoro
Yahoo Messenger : albasia_rudy
Twitter : @RKrisbiantoro
Benih Sengon Bersertifikat
Benih sengon bersertifikat dihasilkan dari petak benih yang
terdaftar / memiliki ijin dari BPTH ( Balai Pembenihan Tanaman Kehutanan cq.
Departemen Kehutanan ) , kebanyakan masuk dalam wilayah kerja BPTH Jawa Madura.
Pendaftaran petak benih dilakukan kira- kira 10 tahun
sebelum panen benih pertama. Masing – masing benih / biji yang akan disemai
harus jelas asal usulnya dan dari lokasi asal yang berbeda-beda , untuk
menghindarkan inbreeding / kawin saudara kandung. Penanaman dilakukan dengan
jarak yang tidak terlalu rapat ( maksimal 5 x 5 meter ) , dan biasanya sejalan
dengan pertumbuhan dilakukan penebangan seleksi, sesuai pertumbuhan tanaman
yang baik. Biasanya hanya tersisa kurang dari 150 batang pohon per hektar nya pada
saat siap panen benih. Dan harus dipastikan dalam radius tertentu di luar petak
benih tidak terdapat tanaman sengon , yang bisa mencemari genetik dengan serbuk
sari yang terbawa angin dan serangga.
Benih yang dihasilkan kemudian dikumpulkan dan ditimbang
jumlah total panenannya pada musim itu, dan dilaporkan ke BPTH. Sampel benih
akan diperiksa oleh laboratorium pengujian mutu benih. Hasil yang diperoleh ,
kemudian berbentuk Sertifikat Uji Mutu Benih , akan diterbitkan untuk
keseluruhan panenan benih ( sertifikat induk ). Pembeli yang membeli benih
secara eceran , akan memperoleh salinan sertifikat induk.
Karena dihasilkan dari petak pembenihan , yang secara
genetik jauh lebih bisa dipertanggungjawabkan daripada benih sengon asal-asalan
, maka pertumbuhan hasil semai nya akan jauh lebih seragam dan lebih baik
pertumbuhannya. Yang lebih menguntungkan lagi adalah , karena keturunannya
jelas , maka , sifat – sifat bawaan genetiknya juga bisa diperkirakan. Jika
keturunan dari sengon Morotai / Albizzia moluccana , maka lebih tahan
kekeringan dan pertumbuhan tetap baik di lahan yang lebih gersang. Jika
keturunan sengon Jawa / Paraserianthes falcataria , maka dibutuhkan lokasi yang
relatif lebih sejuk dan curah hujan sedang.
Jadi , biji sengon asal-asalan , selain merugikan karena
resiko cacat inbreeding , juga garis keturunan / sifat genetiknya sulit ditebak
, sehingga sulit memilih untuk lahan yang cocok agroklimatnya. Penggunaan bibit
sengon asal-asalan , selain memiliki resiko kerugian pada investasi, juga akan
membuang waktu Anda.
Bahasa pedagang yang mengaku asal bicara tanpa surat : bibit sengon
solomon murah , bibit sengon unggul , bibit sengon berkualitas ,benih seleksi , atau apapun itu ,
hanya menarik sebagai janji kosong , tetapi akan membawa kerugian bagi Anda.
Silakan pertimbangkan baik – baik , karena pertumbuhan tanaman Anda tidak
didasarkan pada metode dan perijinan legal yang bisa dipertanggungjawabkan ,
dan hanya berdasarkan janji muluk dari pedagang.
________________________________________________________________________________________________________
Dokumentasi dari salah satu contoh ekspedisi kami ,untuk pengambilan benih sengon dari hutan alam di pedalaman Papua, untuk bahan riset dan kultur jaringan. _____________________________________________________________________________________











